Sabtu, 21 September 2013

PEMENANGAN PEMILU Golkar Usung Jaringan Berbasis TPS

Caleg Golkar No.7 Paling Tua (70 tahun) di Kota Bekasi
H.M. Zaini, Caleg Golkar No.7 Kota Bekasi
BANDUNG (Suara Karya): Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I Partai Golkar Ade Komarudin mengharapkan para calon anggota legislatif mampu melaksanakan strategi pemenangan pemilu dengan menggunakan jaringan berbasis TPS (Tempat Pemungutan Suara).

    Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja Pembekalan Calon Anggota DPRD Kab Bandung dan Pengukuhan Badan Kordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) di Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (21/9).
    Menurut Ade, untuk bisa memenangkan pemilu yang perlu diperhatikan para caleg adalah dilakukan pemetaan teritorial di wilayah daerah pemilihannya masing-masing.


    Setelah itu, para caleg harus mampu membangun jaringan dengan membuat relawan di setiap TPS. Dengan pendekatan baru program jaringan berbasis TPS ini maka penambahan suara caleg dapat lebih efektif dan efisien. Disamping metode konvensional seperti metode SMS, Baliho, temu kader, media massa dan lain-lain yang dilakukan para caleg untuk pengenalan dirinya di masyarakat.

    Dicontohkannya dengan metode jaringan berbasis relawan ini, setiap kader Golkar di TPS masing-masing mampu membawa 10 orang. Metode ini lebih dikenal sistem Dasagal (penggalangan 10 suara).
    Dengan demikian, kata Ade, perolehan suara dengan dukungan berbasis relawan ini lebih efektif dibandingkan penggalangan suara dengan berbasis massa. Targetnya, setiap caleg memperoleh suara minimal 30 ribu suara.

Ade Komarudin, Anggota DPP Partai Golkar
    Diakuinya membuat relawan ini sangat sulit karena butuh keahlian dan kemampuan dari para caleg, terlebih juga butuh pendanaan yang cukup selain kemampuannya mendidik para relawannya.
    Disampaikannya bahwa Jawa Barat menjadi barometer perolehan suara nasional. Wilayah Jabar I yang meliputi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat ini ditargetkan akan mampu menambah perolehan kursi dari 21 kursi menjadi 34 kursi sehingga terjadi penambahan 13 kursi.

    Secara nasional, Ade juga menyampaikan bahwa rata-rata perolehan suara per caleg akan mampu meraup 50.622 suara. Dengan rata-rata perolehan suara percaleg partai Golkar mendapatkan 54.963 suara dengan target perolehan kursi secara nasional sebanyak 154 kursi dengan penambahan 48 kursi. Targetnya peroleh suara per dapil sebesar 23,34 persen.

    Untuk keberhasilan ini, Ade mengharapkan antar caleg per dapil diharapkan bisa membangun komunikasi sehingga bisa bekerja lebih maksimal tidak saling menjatuhkan. "ini yang harus dilakukan oleh BKPP Partai Golkar di masing-masing daerah," kata Ade.

    Dihimbaunya setiap caleg Golkar memanfaatkan waktu yang tersisa menjelang pileg untuk kerja politik membangun jaringannya. "Para caleg wajib kerja keras agar mampu memenangkan pemilu," katanya.
    Ia juga mengintruksikan agar setiap caleg di daerah bantu membantu untuk memperoleh tambahan kursi di dapilnya. Konsep kampanye yang dilakukan adalah 'one United Campaign' dimana selain kampanye caleg juga kampanye capres.

    Dengan demikian diharapkan caleg Golkar mampu memenangkan persaingan dan Partai Golkar juga dapat memperoleh kemenangan dalam Pileg dan Pilpres.

    Dikesempatan lain, Minggu (22/9) Ade juga melakukan sosialisasi caleg di Kabupaten Bekasi bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat dan juga perangkat desa. Sosialisasi ini sekaligus dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program kerakyatan Partai Golkar diantaranya yakni menyangkut pemberian dana Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) dan juga pemberian kredit usaha rakyat (KUR) serta sosialisasi UU Desa bagai perangkat desa menyangkut perpanjangan masa jabatan tugas kepala desa. Sumber : (Rully - SuaraKarya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google+ Followers

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...